Elga Kharisma: Mengintip Peluang Juara di Asian Games 2018

Wanita berpostur tinggi dan ramping ini menyimpan ledakan kekuatan dalam tubuhnya. Yup, explosive power memang menjadi modal utamanya. Tak heran, jika julukan Ratu BMX Supercross Asia Tenggara masih ia sandang, bahkan ia juga mulai mendominasi disiplin track, khususnya di kategori sprint. “Di dua disiplin lomba itu memang modalnya kekuatan dan kecepatan,” kata Elga kepada framebike.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya menghadapi Asian Games 2018 Jakarta – Palembang, optimisme terpancar dari wajah dara kelahiran Malang, 14 November 1993 ini. “Peluang meraih medali ada, saya dan pelatih sudah mengintip kekuatan rival dan tentu saja melakukan latihan intensif.”

Dalam kesehariannya, Elga memang selalu bersikap optimis dan positif, pun meski saat ini ia sedang dibekap cedera. Ia berikhtiar mencari kesembuhan dengan mengikuti proses pemulihan di Jakarta.  “Punggung bawah saya cedera dan masih terasa sakit jika berlatih,” kata peraih empat medali emas BMX Sea Games ini,”tapi, latihan tetap jalan meski intensitasnya sekitar 70% saja.”

Cedera yang didapat Elga tidak diketahui persis penyebabnya, namun ia menduga bahwa ini terjadi akibat karakter olahraga BMX yang hard impact, selain bahwa ada kemungkinan cedera ini didapat saat berlatih angkat beban di gym. Ya, terlalu banyak kemungkinannya.

Potensi Rival di AseanGames 2018

Di Asian Games 2018 ini, Elga akan turun di dua nomor sekaligus yaitu BMX Cross dan nomor Track yaitu Team Sprint (di mana ia akan berpasangan dengan Chrismonita).

“Di BMX, rival terberat datang dari pebalap Cina, Thailand, Filipina, dan  Jepang,” kata Elga. Peraih dua medali emas PON 2017 ini sempat merasakan betapa kompetitifnya atlet Cina saat di lintasan, khususnya karena mereka kerap menerapkan strategi tim bukan perseorangan. Akibatnya, atlet negara lain seolah ‘ditahan’ pergerakannya sehingga tidak bisa tampil maksimal. “Selain itu, mereka juga jarang ikut kompetisi-kompetisi Asia sehingga kekuatannya tidak benar-benar bisa kita ukur. Tapi begitu ada event resmi, mereka bisa menurunkan lima pebalap sekaligus,” kata Elga serius.

Jepang juga potensial menjadi rival mengingat iklim BMX Cross mulai dibangun sejak usia dini. “Teknik di level junior-nya saja sudah sedemikian bagus. Apalagi elite-nya,” kata wanita yang juga memiliki usaha distro ini.

Sementara di disiplin track, Elga dan pelatihnya mengawasi secara cermat pebalap-pebalap dari India, Malaysia, Hongkong, dan Korea. Perhatian khusus ia arahkan pada pebalap negeri jiran Malaysia, mengingat geliat olahraga sepeda khususnya jenis roadbike sedang popular di sana. Banyak pebalap muda Malaysia yang kini berbicara di event-event internasional.

Ya, kadang di event besar seperti ini ada rasa kurang percaya diri, apalagi saat melihat pebalap lain bisa melakukan ini atau itu. Tapi saya kan orangnya cuek, toh jika mereka latihan, saya juga latihan kok. Jadi masa bodoh dengan rival, yang penting saya fokus pada permainan sendiri dan bisa melakukan yang terbaik,” kata Elga.

Support Thrill

Salah satu ‘senjata’ elga di olahraga BMX Cross adalah sepeda BMX Thrill. Elga dan sepeda BMX Thrill seolah tak terpisahkan, termasuk ketika ia naik di berbagai podium –baik nasional maupun internasional. “Saya memang sudah lama pakai Thrill, dan memang geometrinya matching dengan tubuh saya,” kata Elga yakin.

Sepeda yang pas, kata Elga, akan sangat menunjang performa. “Yang saya rasakan, BMX Thrill yang saya pakai tidak terlalu agresif, cockpit-nya pas, sehingga berpengaruh pada agility atau balancing-nya, dan handling-nya pun mantap. Pada akhirnya, semua keunggulan ini berimbas pada feeling saya ketika harus menaklukkan obstacle-obstacle tertentu, saya menjadi lebih yakin untuk bisa menguasainya,” kata pebalap yang baru saja diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ini.

Kelincahan Thrill, terutama untuk line up terbaru yaitu Fiery, lebih terasa karena center of gravity-nya dirasa Elga sangat pas. Sesuatu yang membuat Fiery nyaman untuk bermanuver karena sepeda menjadi lebih stabil dan tidak liar.

Ya, saya puas memakai sepeda BMX keluaran Thrill,” kata Elga menutup pembicaraan.

 

(GilangGumilang)

Foto: IG Elga Kharisma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *