Teknik Mengerem Agar Anda Tidak Jungkir Balik

Di trek semi downhill dan all mountain Kaligua, Jawa Tengah, banyak pesepeda gagal mengaplikasikan teknik mengerem. Kebanyakan mereka, meluncur tak terkontrol, jatuh, sliding ban belakang –bahkan depan, mental dari tunggangan, sehingga trek Kaligua disebut sebagai trek ‘perosotan’. Mengerem memang susah-susah gampang, dan berikut adalah teknik mengerem sepeda –dalam banyak disiplin bersepeda- menurut atlet BMX dan downhill, Priyo Soesanto.

  1. Jika Anda sudah cukup lama bermain sepeda, tahu dan biasa mengaplikasikan teknik, plus sering main cepat –letakan hanya satu jari di tuas rem. Kenapa? Karena pastinya Anda akan lebih jarang menggunakan rem dan lebih ke arah penguasaan serta pemanfaatan teknik. Artinya, Anda membutuhkan genggaman lebih kuat pada handgrip. Sementara untuk Anda yang masih baru, letakkan dua jari di tuas rem karena Anda akan lebih banyak mengerem.
  2. Saat mengerem posisikan kaki di jam 3 dan 9.
  3. Ada perbedaan posisi tubuh saat mengerem –tergantung dari disiplin bersepeda Anda. Misalnya, posisi mengerem pada sepeda jenis road tentunya tidak akan berubah sebanyak perubahan pada disiplin sepeda jenis downhill atau all mountain. Tapi umumnya, posisi tubuh akan (sedikit atau banyak) condong ke belakang saat mengerem . Posisi ini juga dibutuhkan jika Anda mengerem untuk berhenti; karena…
  4. Mengerem untuk mengontrol speed –mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan, maka posisi tubuh ada di tengah (center of gravity) dan sedikit condong ke depan.
  5. Yang unik, sepeda BMX cross hanya memiliki satu tuas untuk rem, belakang saja. Sedangkan jenis free style malah sebaliknya, tidak memiliki rem belakang, hanya rem depan saja. Alasannya, BMX Cross umumnya untuk kecepatan dan mengandalkan teknik, sementara free style tidak butuh kecepatan tapi kemampuan akrobatisasi yang tinggi.

#framebike
#framebikeindo

Foto: Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *