DCC – Komunitas Sepeda XC dan Touring Tertua di Depok

Sebagai klub sepeda di kota Depok yang cukup militan, Depok Cycling Club (DCC) selalu memiliki agenda acara tiap week end. Jika tak ada agenda touring, minimal kami selalu gowes bersama off road pergi-pulang dari Depok – Pemda Cibinong – Depok, setiap hari Minggu. Acara ini biasanya diikuti oleh minimal dua puluh pesepeda anggota DCC yang total anggotanya 150 orang.

Beberapa waktu yang lalu, ketika tak ada agenda touring luar kota, pun karena rasa bosan hanya gowes ke Pemda Cibinong, kami mencoba trek off road lama JePeTe (Jalur Pinggir Tol). Trek ini melewati jalur Depok – Cimanggis – Cikeas – Gunung Putri – Cibinong – Depok. Meskipun telah berkali-kali melewati trek ini, selalu ada perasaan gembira dan perasaan berbeda mengingat keindahan panorama sepanjang jalan. Melewati Cimanggis dan memasuki Cikeas, kami akan menemukan sebuah situ atau danau yang cukup luas yang indah. Selanjutnya, perjalanan single track akan dihadang turunan curam berupa undakan-undakan tanah yang berakhir dengan jembatan bambu kecil yang reot. Di sini, gairah untuk menikmati turunan harus diimbangi sikap hati-hati sekaligus keseimbangan tubuh yang mantap –mengingat pernah salah seorang anggota DCC tercebur di lokasi ‘angker’ ini. Bukan apa-apa, jembatan tersebut memiliki kemiringan yang tidak rata dan beberapa suluh bambu di bawahnya sudah hilang alias bolong-bolong!

Selepas jembatan tersebut, maka sebuah bukit langsung menghadang kami. Bukit yang memiliki pemandangan indah, meskipun kami harus termehek-mehek mendakinya. Di bukit ini, banyak penduduk yang menanam tumbuhan sereh dan ada juga ladang padi gogorancah. Memasuki pedalaman Gunung Putri, kami harus melewati single track bukit tanah yang unik. Di sisi kanan kami, ada tebing tanah setinggi enam hingga 10 meter, dengan derajat kemiringan 90o. Sedangkan di sisi kiri kami ada jurang sedalam 15 meter dengan tingkat kecuraman 90o. Di sini nyali adalah segalanya, mengingat single track tersebut –ampun deh- menurun dengan tingkat kemiringan 20o. Selanjutnya, kami akan keluar lagi menuju pinggir tol dan melewati kolong tol menuju Cibinong.

Meski trek ini pendek saja, kurang dari 35 km pulang pergi, namun cukup menguras tenaga dan menawarkan pemandangan khas masyarakat pinggiran Jakarta. Sebuah rute yang pantas untuk dicoba!

(Gilang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *